Selasa, 15 Juli 2014

Tak Seindak Yang Dibayangkan

Pica  berapa bos…?
Nyonyor pe hanya 3 gram.
Lumayan itu bos, torang empat orang selama satu bulan ba kerja hanya dapat 5 gram. Huuuuhhhh…. Susah memang hidup ini pe. 
Itu adalah sepenggal percakapan dua orang penggali tambang, Nampak mereka mengeluh akan susahnya kehidupan. Hidup tak semudah membalikkan telapak tangan tapi butuh pengorbananan dan kerja keras.
Membicarakan persoalan hidup memang tak pernah ada habisnya sehinga sangat banyak tulisan-tulisan mengangkat persoalan ini, bahkan para musisi  juga banyak mengusung tema kehidupan untuk lagu-lagu mereka.
 
Tak seindah yang kita bayangkan, percaya atau tidak begitulah kenyataannya perjalanan hidup penuh dengan ranjau-ranjau derita yang harus ditaklukan. Ibarat perang untuk menang diperlukan strategi serta perencanaan yang matang hiduppun demikian. Dalam hidup pemenang akan tampil sukses menjadi si kaya.
Tak sedikit contoh yang bisa kita lihat tentang perjuangan untuk menaklukan hidup. Orang yang dulunya takpunya apa-apa tiba-tiba menjadi kaya raya dan orang yang dulunya kaya tiba-tiba jadi miskin. Tentu saja kita tidak akan pernah lupa sang pemilik perusahaan mobil timor "Tomi Soeharto" tapi sekarang lenyap seperti hialang ditelan bumi dan pasti tak ada yang takkenal Karni Ilyas pelamar kerja yang ditolak karena tidak memiliki ijazah sarjana kini menjadi pemandu acara televisi terlaris di Indonesia.
Saking kerasnya hidup takjarang orang berputus asa lalu melarikan diri pada hal-hal negatif untuk menghindari kejamnya rimba kehidupan berharap melupakan persoalan hidup yang membebaninya. Bahkan ada juga yang sampai nekat mengakhiri hidupnya sendiri.
Tentu saja masi hangat diingatan kita beberapa bulan lalu media ramai memberitakan seorang ibu yang berusaha bunuh diri serta meracuni anak-anaknya karena tak tahan dengan penderitaan hidup yang dialaminya.
  

Mari menyusun strategi, mantapkan taktik dan matangkan rencana takklukan hidup ini dan jadilah pemenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar